-->

Supported by Sasuke Blog
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

Untuk Anda Yang Berjumpa Ramadhan

Wahai saudaraku ku tulis ini sebagai nasehat untukku dan untukmu tentang apa yang harus kita persiapkan atau kita lakukan bagi kita yang berjumpa di bulan Ramadhan ada beberapa pesan dan nasehat untuk kita semua dengan harapan kita melewati ramadhan ini lebih berarti.

Pesan pertama: Syukuri nikmat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Diantara nikmat yang besar dimana Allah memberikan kesempatan kepada kita berjumpa di bulan ramadhan ini, bulan yang penuh berkah/kebaikan kesempatan kita untuk beramal, maka syukuri wahai para hamba Allah nikmat ini. Coba kita pikirkan siapa yang sudah tidak bersama kita lagi ada bulan ramadhan ini, namun Allah masih memanjangkan umur kita sehingga kita masih mempunyai kesempatan untuk bertaubat kepada Allah dan beramal shalih. Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لا تُحْصُوهَا

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitungnya.” (an-Nahl:18)

 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. al-Hakim no 7846 – an-Nasa’i no 11832 dan dishahhihkan oleh syaikh Al-Albani di Shahih Al-Jami’ no 1077)

Sumber : Pusat Informasi kajian Ahlussunah Waljamaah cileungsi

Kamis, 04 Juli 2013

Masih adakah hari esok

Pernahkah kalian berpikir saat kalian bangun dari tidur di pagi ini bahwa masihkah besok kita masih diberi kehidupan dan jalani aktivitas kita? Lagi?. Entah di mana pun kalian berada, tappi kita menghirup udara yang sama. Hidup di Bumi yang sama. Dan akan mati dengan status yang sama pula sebagai manusia yang tak sempurna. Yang membuat kita berbeda hanyalah amalan kita. Menentukan apakah kita berjalan lurus menuju kenyamanan Surga Nya atau terjatuh ke dalam panasnya api Neraka Nya. Tidak ada manusia yang sempurna. Tiap manusia pasti mempunyai
dosa, tapi kapankah kita bisa menebusnya dengan pahala?. Sebagai manusia kita sering bersifat kontradiktif, kita ingin menebus kesalahan kita tapi kita malas untuk berusaha memperbaikinya.
Menurut data yang saya peroleh, di Indonesia ada sekitar 6 juta orang meninggal per tahunnya atau sekitar 700.000 orang meninggal tiap jamnya. Bayangkan jika undian itu kita yang mendapatkan.
Mungkin tidak ada yang menginginkannya. Tapi kematian itu pasti datang kesetiap diri kita, kematian bagai tamu yang tiba-tiba datang. Mengetuk pintu rumahmu. Pertanyaannya hanya satu, sudah siapkah kita?. Apa pun alasannya kita memang harus siap.

Katakanlah: ”Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), Yang Maha mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al Jumu’ah:8)
Kita memang tidak sempurna, namun apakah kita tidak sebaiknya berusaha menjadi sesempurna mungkin dihadapan Nya?. Diri kita sendiri yang memutuskan. Semoga Allah SWT selalu bersama dan menuntun kita menuju cahaya

Minggu, 30 Juni 2013

Luruskan

Kembalilah kejalan yang di ridhoi Allah, agar  senantiasa  ada dalam lindungnNya di jauhkan dari fitnah hidup dan fitnah setelah mati .  syukurilah sekecil apapun nikmat yang telah Allah berikan jangan sampai kufur nikmat . Dekatkan jiwa raga pada Allah agar Diapun senantiasa akan lebih dekat kepada kita.

Jangan terlalu mengejar materi yang akhirnya  merusak kondisi kesehatan lahir dan bathin

Kamis, 27 Juni 2013

“Sholat adalah sesuatu hal yg tidak PENTING!?” kecuali untuk orang yg BERSYUKUR dan beriman"


Apapun bentuk nikmat-karuniaNya, kita harus BERSYUKUR kepada Allah SWT, dengan menunaikan sholat, bersedekah, amar ma’ruf nahi munkar, berbuat baik kepada sesama, dan senantiasa menjalankan sgla perintahNya dan menjauhi sgla laranganNya.Dan masihkah kita ttp tidak sholat??masihkah kita bolong-bolong sholatnya?? Dan masihkah kita ingin menunda-nunda waktu sholat kita?? Mari kita belajar bersama, mulai dari sekarang, tekadkan untuk menjadi insan yg lebih baik dan bertakwa, amin 
Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Al-Ankabut (29):45

-> Bilamana dicabut nikmat melihat kita oleh Allah. Masih bisakah kita melihat, memandang, dan mengagumi keagungan ciptaanNya?


-> Bilamana dicabut nikmat mendengar kita oleh Allah. Masih bisakah kita mendengar lantunan merdu ayat-ayat suciNya, masih bisakah kita mendengarkan seruan adzan yg memanggil kita u/ menghadapNya?

-> Bilamana dicabut nikmat berbicara kita oleh Allah. Masih bisakah kita melantukan puji-pujian padaNya, masih bisakah kita melafalkan ayat-ayatNya yg dpt menenteramkan hati dan jiwa?

-> Dan sadarkah kita, setiap hembus nafas kita adalah kuasaNya? Dan apa yg terjadi jika Allah mencabut semua nikmat-karuniaNya kepada kita?
-> Masihkah kita tidak BERSYUKUR??

tauzh : Andi Basela